Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Everything In Between

Saturday, April 14, 2012

Hidup Mudah??? - Kenapa Enggak?!?!?!


Hidup akan lebih mudah bagi diri kita, apabila kita menerima orang lain apa adanya mereka dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Akan menjadi sangat terpahami oleh kita bahkan dengan masa lalu mereka yang terkelam sekalipun, kekurangan dan bahkan kelemahan yg terburuk sekalipun. Sadar atau tidak kita sering berusaha memberikan penilaian terhadap seseorang berdasarkan masa lalunya, kelemahan dan kekurangannya. Manusia hanyalah ciptaan dengan berbagai keterbatasan dan ketidakmampuan tertentu. Manusia melakukan berbagai kesalahan dan bahkan membuat keputusan-keputusan yang buruk dalam hidup mereka. Bahkan dlm pergumulan terberat sekalipun, setiap dari kita memiliki pilihan dan terkadang pilihan yang diambil bukanlah hal yg mengenakkan bagi diri kita berdasarkan sikon yang ada. Kita tidak perlu untuk mempunyai berbagai image yang ideal terhadap seseorang menurut kacamata kita, akan tetapi, cukup dengan mengerti sesama kita maka akan sangat menjadi jelas bahwa harmony dalam kehidupan kita ini terbangun atas dasar kasih pengertian yang mendalam satu terhadap yang lain.

Keseharian kita yang sering didikte oleh lingkungan, etika, norma dan sejenisnya itu membuat kita selalu mengidealkan satu figur yang bisa membuat kita merasa aman dan nyaman, akan tetapi yg terjadi adalah sebaliknya. Begitu mudah bagi kita menerima seseorang yang sesuai dengan gambaran ideal kita dengan segala kelebihannya, akan tetapi apabila kita mengetahui siapa sebenarnya orang itu, entah kelemahannya atau kekurangannya, atau bahkan masa lalunya yang buruk, maka kita mulai menjauhi org tersebut dan bahkan menyisihkan dari kehidupan kita. Kita membangun tembok antara yg tebal dengan sesama kita dan mulai membedakan satu dengan yang lain. Yang perlu kita ingat, setiap dari kita memiliki kapasitas yang sama untuk melakukan suatu yang baik dan buruk, hanya pilihan akan tindakan yg kita putuskan yang membuat kita menjadi bernilai sebagai manusia. Sering kita merasa bahwa dgn suatu usaha tertentu berdasarkan pandangan tertentu kita dapat merubah seseorang sesuai dgn apa yang kita percayai adalah baik, akan tetapi, sering terjadi adalah kita menjebak seseorang untuk menjadi yang bukan sebenar-benarnya atau hakikinya dari org tersebut. Kita menciptakan kemunafikan secara tidak langsung baik bagi org tersebut dan sekaligus diri kita untuk seakan-akan mempercayai bahwa kita bisa merubah orang tersebut. Dunia ini tidak dibangun atas dasar yang baik dan buruk akan tetapi atas dasar kasih. Ukuran baik dan buruk dalam takaran apapun bersifat relatif kecuali kasih!

Orang berubah, tapi yang terjadi sebenarnya adalah pola pikir yang berubah sehingga mampu membuat org tersebut melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mengambil tindakan yang berbeda dari sebelumnya dan hal itu, hakikinya tidak merubah apapun dari org tersebut. Masa lalu, kesalahan, kekurangan dan kelemahan dari seseorang sering menjadi alat bagi kita yg bersifat subyektif, untuk menghakimi dan memberikan penilaian yang membuat seakan-akan diri kita lebih baik secara relatif dari org yang memiliki masa lalu, kekurangan, kelemahan dan kesalahahan yang lebih buruk dari kita, akan tetapi yang perlu kita sadari bahwa, tak ada satu manusia pun yang lebih baik dari yang lain. Dan itu membuat kita menjadi superior dan perasaan superior yang kita memiliki itu, membuat kita seakan-akan memiliki hak untuk membentuk suatu opini yang hampir bisa mengarah ke pembunuhan karakter. Tapi ingatlah bahwa, dunia ini berputar dan akan selalu berputar sampai dengan pada waktunya berhenti, dan selama belum waktunya berhenti maka keadaan akan selalu menjadi terbalik. Kecenderungan kita untuk memandang rendah masa lalu yang kelam, kelemahan, kesalahan dan bahkan kekurangan dari seseorang memberikan gambaran jelas betapa rendahnya kualitas kasih yang ada dalam hati kita. Bahkan nilai dari kemanusiaan yang kita memiliki yang bertolak dari dasar tersebut membuat kita jadi lebih rendah dari org tersebut. Sebelum diri kita beropini, berpendapat, berkomentar bahkan sampai menghakimi, cobalah untuk sesaat kita menjadi org tersebut, cobalah berdiri di tempat dimana dia berdiri. Dan coba pahami dan mengerti apa yang dialami oleh org tersebut. Apakah kita akan lebih baik dari dia? Jawabannya relatif dan tak sama! Jadilah bijak sebelum berkata-kata dlm rangkaian kalimat terhadap seseorang karena mulutmu adalah harimaumu yang siap menelan kamu kapan saja.

Kita hanya perlu untuk saling memahami dengan kasih, maka hidup ini akan menjadi jauh lebih mudah. Miliki perspektif yang luas dan terlebih hati yang lapang untuk menerima sesama kita apa adanya terlepas dari latar belakang, kekurangan, kelemahan, atau suku, agama bahkan ras dan bahkan Tuhan sekalipun. Karna sesungguhnya ketidaksempurnaan hiduplah yang membuat hidup ini menjadi harmonis. Life isn't about perfection but harmony, and if we understand each other and accept people just the way they are, love people most  just  the way they are, then life will be much much simplier than before for us to live!

That’s all, folks... hopefully, you learn at least one thing, rite???
And remember, penuhlah dengan pengertian dan terima apa adanya sesama kita dan kasihilah sesama kita krn hidup bukan soal kesempurnaan akan tetapi harmoni dan itu membuat kita menjadi lebih mudah untuk menjalaninya.

Have A great blessed life!
Ciiiaaaaaooooo Adioss! J

0 comments:

Post a Comment

Have something to say?